Rabu, 18 September 2019

IKATAN DAN UNSUR KIMIA

IKATAN KIMIA
Selain gas mulia di alam unsur-unsur tidak selalu berada sebagai unsur bebas (sebagai atom tunggal), tetapi kebanyakan bergabung atau berikatan dengan atom unsur lain. Tahun 1916 G.N. Lewis dan W. Kossel menjelaskan hubungan kestabilan gas mulia dengan konfigurasi elektron. Kecuali He; mempunyai 2 elektron valensi; unsur-unsur gas mulia mempunyai 8 elektron valensi sehingga gas mulia bersifat stabil. Atom-atom unsur cenderung mengikuti gas mulia untuk mencapai kestabilan. Jika atom berusaha memiliki 8 elektron valensi, atom disebut mengikuti aturan oktet. Unsur-unsur dengan nomor atom kecil (seperti H dan Li) berusaha mempunyai elektron valensi 2 seperti He disebut mengikuti aturan duplet.

Pengertian Ikatan Kimia


Ikatan Kimia adalah interaksi yang menjelasakan hubungan antar atom sehingga menjadi molekul ion, kristal, dan spesies yang stabil lainnya.

1) Ikatan ION
Ikatan ion terbentuk akibat adanya melepas atau menerima elektron oleh atom-atom yang berikatan. Atom-atom yang melepas elektron menjadi ion positif (kation) sedang atom-atom yang menerima elektron menjadi ion negatif (anion). Ikatan ion biasanya disebut ikatan elektrovalen. Senyawa yang memiliki ikatan ion disebut senyawa ionik. Senyawa ionik biasanya terbentuk antara atom-atom unsur logam dan nonlogam. Atom unsur logam cenderung melepas elektron membentuk ion positif, dan atom unsur nonlogam cenderung menangkap elektron membentuk ion negatif. Contoh: NaCl, MgO, CaF2, Li2O, AlF3, dan lain-lain.
Ikatan Kimia
Gambaran Ikatan Kimia Khusus Ikatan Ion
Lambang titik elektron Lewis terdiri atas lambang unsur dan titik-titik yang setiap titiknya menggambarkan satu elektron valensi dari atom-atom unsur. Titik-titik elektron adalah elektron terluarnya.
Tabel contoh-contoh lambang titik elektron lewis
Ikatan Kimia
Untuk membedakan asal elektron valensi penggunaan tanda (O) boleh diganti dengan tanda (x), tetapi pada dasarnya elektron mempunyai lambang titik Lewis yang mirip. Lambang titik Lewis untuk logam transisi, lantanida, dan aktinida tidak dapat dituliskan secara sederhana, karena mempunyai kulit dalam yang tidak terisi penuh. Contoh penggunaan lambang titik Lewis dalam ikatan ion sebagai berikut.
Ikatan Kimia
Sifat-sifat fisika senyawa ionik pada umumnya:
  1. Pada suhu kamar berwujud padat;
  2. Struktur kristalnya keras tapi rapuh;
  3. Mempunyai titik didih dan titik leleh tinggi;
  4. Larut dalam pelarut air tetapi tidak larut dalam pelarut organik;
  5. Tidak menghantarkan listrik pada fase padat, tetapi pada fase cair (lelehan) dan larutannya menghantarkan listrik.
2) Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (PEB). Ikatan kovalen umumnya terjadi antara atom-atom unsur nonlogam, bisa sejenis (contoh: H2, N2, O2, Cl2, F2, Br2, I2) dan berbeda jenis (contoh: H2O, CO2, dan lain-lain). Senyawa yang hanya mengandung ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.
Berdasarkan lambang titik Lewis dapat dibuat struktur Lewis atau rumus Lewis. Struktur Lewis adalah penggambaran ikatan kovalen yang menggunakan lambang titik Lewis di mana PEI dinyatakan dengan satu garis atau sepasang titik yang diletakkan di antara kedua atom dan PEBdinyatakan dengan titik-titik pada masing-masing atom.
Ikatan Kimia
Macam-macam ikatan kovalen:
1. Berdasarkan jumlah PEI-nya ikatan kovalen dibagi 3:
  • Ikatan kovalen tunggal
Ikatan kovalen tunggal yaitu ikatan kovalen yang memiliki 1 pasang PEI.
Contoh: H2, H2O (konfigurasi elektron H = 1; O = 2, 6)
Ikatan Kimia
  • Ikatan kovalen rangkap dua


Ikatan kovalen rangkap 2 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 2 pasang PEI.
Contoh: O2, CO2 (konfigurasi elektron O = 2, 6; C = 2, 4)
Ikatan Kimia
  • Ikatan kovalen rangkap tiga
Ikatan kovalen rangkap 3 yaitu ikatan kovalen yang memiliki 3 pasang PEI.
Contoh: N2 (Konfigurasi elektron N = 2, 5)
Ikatan Kimia
2. Berdasarkan kepolaran ikatan, ikatan kovalen dibagi 2:
  • Ikatan kovalen polar
Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang PEInya cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan. Kepolaran suatu ikatan kovalen ditentukan oleh keelektronegatifan suatu unsur. Senyawa kovalen polar biasanya terjadi antara atom-atom unsur yang beda keelektronegatifannya besar, mempunyai bentuk molekul asimetris, mempunyai momen dipol [μ = hasil kali jumlah muatan (q) dengan jaraknya (r)] ≠ 0.
Ikatan Kimia
Contoh:
1) HF
H – F
Keelektronegatifan 2,1; 4,0
Beda keelektronegatifan = 4,0 – 2,1 = 1,9
μ = q x r = 1,91 Debye
Ikatan Kimia
  • Ikatan kovalen nonpolar
Ikatan kovalen nonpolar yaitu ikatan kovalen yang PEInya tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Senyawa kovalen nonpolar terbentuk antara atom-atom unsur yang mempunyai beda keelektronegatifan nol atau mempunyai momen dipol = 0 (nol) atau mempunyai bentuk molekul simetri.

3. Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang PEInya berasal dari salah satu atom yang berikatan.
Contoh:
NH4+
NH3 + H+ → NH4+
Ikatan Kimia
Sifat-sifat fisis senyawa kovalen:
  1. Pada suhu kamar berwujud gas, cair (Br2), dan ada yang padat (I2);
  2. Padatannya lunak dan tidak rapuh;
  3. Mempunyai titik didih dan titik leleh rendah;
  4. Larut dalam pelarut organik tapi tidak larut dalam air;
  5. Umumnya tidak menghantarkan listrik.
3) Ikatan Logam
Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antaratomatom logam. Contoh: logam besi, seng, dan perak. Ikatan logam bukanlah ikatan ion atau ikatan kovalen. Salah satu teori yang dikemukakan untuk menjelaskan ikatan logam adalah teori lautan elektron.

Contoh terjadinya ikatan logam. Tempat kedudukan elektron valensi dari suatu atom besi (Fe) dapat saling tumpang tindih dengan tempat kedudukan elektron valensi dari atom-atom Fe yang lain. Tumpang tindih antarelektron valensi ini memungkinkan elektron valensi dari setiap atom Fe bergerak bebas dalam ruang di antara ion-ion Fe+ membentuk lautan elektron. Karena muatannya berlawanan (Fe2+ dan 2 e), maka terjadi gaya tarik-menarik antara ion-ion Fe+ dan elektron-elektron bebas ini. Akibatnya terbentuk ikatan yang disebut ikatan logam.
Adanya ikatan logam menyebabkan logam bersifat:
  1. Pada suhu kamar berwujud padat, kecuali Hg;
  2. Keras tapi lentur/dapat ditempa;
  3. Mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi;
  4. Penghantar listrik dan panas yang baik;
  5. Mengilap.
Demikian penjelasan mengenai Ikatan Kimia dan beberapa penjelasan yang berkaitan dengan ikatan kimia tersebut. Semoga dapat dengan mudah dipelajari. 
UNSUR KIMIA
1.Pengertian Unsur Kimia
Yang dimaksud dengan Unsur kimia ialah suatu zat kimia yang hanya memiliki satu jenis atom dan tidak bisa dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Atom merupakan partikel terkecil dari unsur, dan didalam atom terdiri atas nukleus (inti atom) serta dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri dari proton dan neutron. Unsur kimia dalam sistem periodik berdasarkan sifatnya unsur dikelompokkan kedalam tiga bagian yaitu unsur logam, unsur non logam dan semi logam. Sedangkan berdasarkan penemuannya terbagi menjadi dua yaitu unsur alami dan buatan.
2.Pengelompokkan Unsur
Berdasarkan penemuannya, unsur dikelompokkan menjadi dua kelompok, yakni unsur alami yang berupa unsur murni dan unsur buatan yang terbuat dalam laboratorium dan umumnya berusia pendek.
  • Unsur Alami
Unsur yang sudah ditemukan kurang lebih 116 unsur, 93 unsur merupakan unsur alami. Oksigen merupakan unsur yang paling umum di muka bumi, sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia yaitu untuk bernafas. Begitu juga unsur Hidrogen merupakan unsur yang paling banyak di muka bumi. Unsur-unsur yang ada di alam lebih banyak senyawanya dibanding dalam keadaan bebas sesuai bentuk dari setiap unsurnya.
  • Unsur Buatan
Tidak ada unsur yang lebih berat secara alami dari pada uranium, tetapi para peneliti dapat menciptakan unsur baru yang jauh lebih berat, yaitu dengan cara menggabungkan dua unsur yang lebih kecil secara bersamaan dalam kecepatan yang tinggi, namun memang kebanyakan dari unsur baru itu tidak bisa bertahan lama dan mudah pecah. Peneliti selalu berusaha agar unsur baru itu bisa bertahan lama, yaitu dengan cara membuat unsur-unsur itu mempelajari pembentukkannya dan  perubahannya ketika unsur itu menjadi lebih berat.
  • Unsur Logam
Merupakan unsur yang umumnya berwujud padat pada tekanan dan suhu normal, bersifat mengkilap apabila digosok, pada umumnya dapat ditempa sehingga bisa dibentuk menjadi benda lainnya dan bisa menjadi penghantar listrik dan penghantar panas. Contoh unsur logam yaitu :
Kalsium (Calsium)=Ca
Mangan=Mn
Kobalt (Cobalt)=Co
Timah (Stannum)=Sn
Besi (Ferrum)=Fe
Magnesium =Mg
  • Unsur Non Logam
Unsur Non Logam merupakan unsur yang berwujud gas, padat, cair pada tekanan dan suhu normal. Unsur non logam tidak dapat ditempa, tidak bisa menjadi penghantar panas dan listrik, serta tidak mengkilap jika digosokkan kecuali intan. Contoh unsur non logam berikut ini:
Argon  =Ar
Bromin  =Br
Belerarang (Sulfur)=S
Helium =He
Fluorin =F
Fosfor =Phosforus
  • Unsur Semi Logam
Yang biasa disebut dengan nama metaloid. Metaloid atau unsur semi logam ialah unsur yang memiliki kedua sifat dari unsur logam dan non logam. Unsur ini biasanya bersifat semikonduktor, yaitu bahan yang bersifat semikonduktor tidak bisa menghantarkan listrik dengan baik pada suhu rendah akan tetapi sifat dari hantaran llistriknya akan lebih baik jika berada pada suhu yang lebih tinggi. Adapun contoh unsur semi logam yaitu:
Boron (Boronium)=B
Silicon (Silicium)=Si
Germanium(Germanium)=Ge
Arsen (Arsenium)=As
Sumber:


1 komentar:

Alya Azzahra mengatakan...

Thanks sangat membantu

ASAM-BASA

ASAM   DAN BASA A.     Pengertian asam-basa Asam  dalam pelajaran kimia adalah senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan men...