Minggu, 08 September 2019

BILANGAN KUANTUM & KONFIGURASI ELEKTRON

Apa itu bilangan kuantum?

 

           Bilangan kuantum  adalah bilangan yang menyatakan kedudukan atau posisi elektron dalam atom yang diwakili oleh suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem dinamis. Bilangan kuantum menggambarkan sifat elektron dalam orbital.[1]
Bilangan kuantum menentukan tingkat energi utama atau jarak dari inti, bentuk orbital, orientasi orbital, dan spin elektron. Setiap sistem kuantum dapat memiliki satu atau lebih bilangan kuantum.[2]
Bilangan kuantum utama (n)
Bilangan kuantum utama (primer) digunakan untuk menyatakan tingkat energi utama yang dimiliki oleh elektron dalam sebuah atom. Bilangan kuantum utama tidak pernah bernilai nol. Bilangan kuantum utama dapat mempunyai nilai semua bilangan positif, yaitu 1,2,3,4 dan seterusnya. Sedangkan kelopak atom dinyatakan dengan huruf K,L,M,N dan seterusnya[3].

Kulit
K
L
M
N
Nilai n
1
2
3
4


contoh:
n=1 elektron berada pada kelopak K;
n=2 elektron berada pada kelopak L;
n=3 elektron berada pada kelopak M;
n=4 elektron berada pada kelopak N; dan seterusnya
Bilangan kuantum utama juga berhubungan dengan jarak rata-rata elektron dari inti dalam orbital tertentu. Semakin besar n, semakin besar jarak rata-rata elektron dalam orbital tersebut dari inti dan oleh karena itu semakin besar orbitalnya[3].
Bilangan kuantum azimut / momentum sudut ()
Bilangan kuantum azimut sering disebut bilangan kuantum anguler (sudut). Energi sebuah elektron berhubungan dengan gerakan orbital yang digambarkan dengan momentum sudut. Momentum sudut tersebut dikarakterisasi menggunakan bilangan kuantum azimut. Bilangan azimut menyatakan bentuk suatu orbital dengan simbol {\displaystyle \ell } "huruf L kecil". Bilangan kuantum azimut juga berhubungan dengan jumlah subkelopak. Nilai ini menggambarkan subkelopak yang dimana elektron berbeda. Untuk subkelopak spdf bilangan kuantum azimut berturut-turut adalah 0,1,2,3[2].
Nilai bilangan kuantum azimut atau "{\displaystyle \ell }" ini bergantung pada nilai bilangan kuantum utama atau "n" . Untuk nilain tertentu, {\displaystyle \ell } mempunyai nilai bilangan bulat yang mungkin dari 0 sampai (n-1). Bila n-1, hanya ada satu nilai {\displaystyle \ell } yakni {\displaystyle \ell =n-1=1-1=0}. Bila n=2, ada dua nilai {\displaystyle \ell }, yakni 0 dan
1. Bila n=3, ada tiga nilai {\displaystyle \ell }, yakni 0,1, dan 2. Nilai-nilai {\displaystyle \ell } biasanya ditandai dengan huruf s, p, d, f... sebagai berikut:[3]
{\displaystyle \ell }
0
1
2
3
Nama orbital
s
p
d
f
Jadi bila {\displaystyle \ell }=0, kita mempunyai sebuah orbital s; bila {\displaystyle \ell }=1, kita mempunyai orbital f; dan seterusnya.
Sekumpulan orbital-orbital dengan nilai n yang sama seringkali disebut kulit. Satu atau lebih orbital dengan nilai n dan {\displaystyle \ell } yang sama dirujuk selalu subkelopak. Misalnya kelopak dengan n=2 terdiri atas 2 subkelopak, {\displaystyle \ell }=0 dan 1 (nilai-nilai {\displaystyle \ell } yang diizinkan untuk n=2). Subkelopak-subkelopak ini disebut subkelopak 2s dan subkelopak 2p di mana 2 melambangkan nilai n, sedangan s dan p melambangkan nilai {\displaystyle \ell }.[3]
Tabel di bawah ini menunjukkan keterkaitan jumlah kelopak dengan banyaknya subkelopak serta jenis subkelopak dalam suatu atom.
Jenis subkelopak
Jumlah orbital
Elektron maksimum
Subkelopak s
1 orbital
2 elektron
Subkelopak p
3 orbital
6 elektron
Subkelopak d
5 orbital
10 elektron
Subkelopak f
7 orbital
14 elektron
Bilangan kuantum magnetik (m)
Bilangan kuantum magnetik menyatakan tingkah laku elektron dalam medan magnet. Tidak adanya medan magnet luar membuat elektron atau orbital mempunyai nilai n dan l yang sama tetapi berbeda m. Namun dengan adanya medan magnet, nilai tersebut sedikit berubah. Hal ini dikarenakan timbulnya interaksi antara medan magnet sendiri dengan medan magnet luar[2].
Bilangan kuantum magnetik ada karena momentum sudut elektron, gerakannya berhubungan aliran arus listrik. Karena interaksi ini, elektron menyesuaikan diri di wilayah tertentu sekitar inti. Daerah khusus ini dikenal sebagai orbital. Orientasi elektron di sekitar inti dapat ditentukan dengan menggunakan bilangan kuantum magnetik [2].

Di dalam satu subkulit, nilai bergantung pada nilai bilangan kuantum azimut/momentum sudut l. Untuk nilai tertentu, ada (2l + 1) nilai bulat sebagai berikut: -l, (-l + 1), ..., 0, ..., (+l - 1), +l
Bila l =0, maka m=0. Bila l =1, maka terdapat tiga nilai m yaitu -1,0,dan -1. Bila l =2, maka terdapat lima nilai m yaitu -2,-1,0,+1, dan +2. Jumlah m menunjukkan jumlah orbital dalam subkulit dengan nilai l tertentu[3].
Bilangan kuantum spin (s)
Bilangan kuantum spin menyatakan momentum sudut suatu partikel. Spin mempunyai simbol "s" atau sering ditulis dengan m(bilangan kuantum spin magnetik). Suatu elektron dapat mempunyai bilangan kuantum spin = +1/2 atau -1/2[1].
Nilai positif atau negatif dari spin menyatakan spin atau rotasi partikel pada sumbu. Sebagai contoh, untuk nilai s=+1/2 berarti berlawanan arah jarum jam (ke atas), sedangkan s=-1/2 berarti searah jarum jam (ke bawah). Diambil nilai setengah karena hanya ada dua peluang orientasi, yaitu atas dan bawah. Dengan demikian, peluang untuk mengarah ke atas adalah 50% dan peluang untuk ke bawah adalah 50%.[3]
 



Dalam fisika atom dan kimia kuantumkonfigurasi elektron adalah susunan elektron-elektron pada sebuah atommolekul, atau struktur fisik lainnya.[1] Sama seperti partikel elementer lainnya, elektron patuh pada hukum mekanika kuantum dan menampilkan sifat-sifat bak-partikel maupun bak-gelombang. Secara formal, keadaan kuantum elektron tertentu ditentukan oleh fungsi gelombangnya, yaitu sebuah fungsi ruang dan waktu yang bernilai kompleks. Menurut interpretasi mekanika kuantum Copenhagen, posisi sebuah elektron tidak bisa ditentukan kecuali setelah adanya aksi pengukuran yang menyebabkannya untuk bisa dideteksi. Probabilitas aksi pengukuran akan mendeteksi sebuah elektron pada titik tertentu pada ruang adalah proporsional terhadap kuadrat nilai absolut fungsi gelombang pada titik tersebut.
Elektron-elektron dapat berpindah dari satu aras energi ke aras energi yang lainnya dengan emisi atau absorpsi kuantum energi dalam bentuk foton. Oleh karena asas larangan Pauli, tidak boleh ada lebih dari dua elektron yang dapat menempati sebuah orbital atom, sehingga elektron hanya akan meloncat dari satu orbital ke orbital yang lainnya hanya jika terdapat kekosongan di dalamnya.

Asas Aufbau
Asas Aufbau (berasal dari Bahasa Jerman Aufbau yang berarti "membangun, konstruksi") adalah bagian penting dalam konsep konfigurasi elektron awal Bohr. Ia dapat dinyatakan sebagai:[7]
Terdapat maksimal dua elektron yang dapat diisi ke dalam orbital dengan urutan peningkatan energi orbital: orbital berenergi terendah diisi terlebih dahulu sebelum elektron diletakkan ke orbital berenergi lebih tinggi.

Urutan pengisian orbital-orbital atom mengikuti arah panah.

Asas ini bekerja dengan baik (untuk keadaan dasar atom-atom) untuk 18 unsur pertama; ia akan menjadi semakin kurang tepat untuk 100 unsur sisanya. Bentuk modern asas Aufbau menjelaskan urutan energi orbital berdasarkan kaidah Madelung, pertama kali dinyatakan oleh Erwin Madelung pada tahun 1936.[6][n 2]
1.    Orbital diisi dengan urutan peningkatan n+l;
2.    Apabila terdapat dua orbital dengan nilai n+l yang sama, maka orbital yang pertama diisi adalah orbital dengan nilai n yang paling rendah.
Sehingga, menurut kaidah ini, urutan pengisian orbital adalah sebagai berikut:
1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7p
Asas Aufbau dapat diterapkan, dalam bentuk yang dimodifikasi, ke proton dan neutron dalam inti atom.
Tabel periodik

Tabel konfigurasi elektron

Bentuk tabel periodik berhubungan dekat dengan konfigurasi elektron atom unsur-unsur. Sebagai contoh, semua unsur golongan 2 memiliki konfigurasi elektron [E] ns2 (dengan [E] adalah konfigurasi gas inert), dan memiliki kemiripan dalam sifat-sifat kimia. Kelopak elektron terluar atom sering dirujuk sebagai "kelopak valensi" dan menentukan sifat-sifat kimia suatu unsur. Perlu diingat bahwa kemiripan dalam sifat-sifat kimia telah diketahui satu abad sebelumnya, sebelum pemikiran konfigurasi elektron ada.[n 3] 


19 komentar:

ameliarahma mengatakan...

Trimksh,,sngt membantu

Muhammad Arial Islamy Ilham mengatakan...

Mantap bang Yanto . Warbiyasaah

RIKY mártiñ mengatakan...

Mantap bnh

Deni murdani mengatakan...

Pembahasan nya sangat lengkap

Riduan Rusnanda mengatakan...

Mantap mas,materinya sangat bagus👍

Tisha Dwina mengatakan...

Nice..ditunggu postingan selanjutnyaa

Khairil anwar mengatakan...

Nicee

Raden Tirta Yudistira mengatakan...

Sangat Membantu

Willis Hergita mengatakan...

Bermanfaat bang

Maryanto mengatakan...

Oke

Hetty Komala Sari mengatakan...

pembahasannya bagus :)

Annisa Ika Fadilla mengatakan...

baguss

Yosefin Helen mengatakan...

nice bermanfaat kak makasih ya buat materi nya

Yosefin Helen mengatakan...

nice bermanfaat kak makasih ya buat materi nya

Sulistiatantri mengatakan...

Nice

Sarah Eno Masrin mengatakan...

Keren

Hasri Apriza mengatakan...

mantep gan

https//zilpa.blogspot.com mengatakan...

Nice

https//zilpa.blogspot.com mengatakan...

Nice

ASAM-BASA

ASAM   DAN BASA A.     Pengertian asam-basa Asam  dalam pelajaran kimia adalah senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan men...